hujanKemarin sore cuaca Jakarta mendung seperti biasa. Celakanya mendung kali ini mengajak rekannya sang hujan untuk turun memerciki bumi. Saat jam pulang kantor pun gerimis masih setia menemani para pekerja dan karyawan di perjalanan menuju kediaman masing-masing.

Saia?

Kerana ngekost dekat dengan kantor, jadi saia memilih jalan kaki saja. Sial, tadi pagi saia lupa menenteng sekalian payung andalan. Alhasil pulang kantor kemarin saia berjalan kaki beratap langit. Basah? Tentu.

Di tengah (sebenarnya pinggir, gak mungkin saia benar2 di TENGAH) jalan, saia teringat suatu moment. Waktu itu saia masih berstatus mahasiswa. Suatu sore turun hujan yang jauh lebih hebat dari hujan tadi sore. Saia dalam perjalanan pulang dari warnet menuju tempat kost. Namun bukannya mempercepat langkah, atau setidaknya berteduh di tepi, saia memutuskan untuk tetap jalan saja. Benar-benar seperti berenang tapi di jalan, pakaian yang saia kenakan basah kuyup dan terasa berat kerana menyerap air hujan.

Yang saia pikirkan saat itu hanya kerinduan masa kecil. Saat kecil kita hanya tau mana yang asyik, menyenangkan, menggembirakan, dan mana yang menyedihkan, menyebalkan, menakutkan. Pleasant and unpleasant. Tanpa pusing memikirkan alasan logis sesuatu. Seperti misalnya kenapa kita tidak diperbolehkan makan gorengan, coklat, atau permen terlalu banyak (padahal kan enak!). Walaupun untuk anak yang kritis seperti saia pasti akan mencecar orang tuanya demi mendapatkan penjelasan yang diterima nalar anak kecilnya.

Begitupun juga dengan sore itu. Saia hanya ingin berhujan-hujanan, tanpa harus memikirkan akibat lanjutnya. Baju harus langsung dicuci, sekalian langsung mandi dan keramas, belum resiko terkena demam atau flu. Ah, pokoknya saia rindu jaman kecil dulu.

Nah, kalau kamu, apa yang kamu rindukan dari masa kecil?

*gambar diambil dari sini*

Advertisements