Jalan-jalan lagi.. dan barusan mampir di sini, sumpah ngakak. Dari isi post tersebut sampai ke komen-komen yang menghiasi, bener-bener bikin sore ini ceria. Jumat ceria!!

[Ada yang ketawa?? Saya doakan dapet istri frigit! Atau suami masokis!]

Ada satu, dua, tiga, empat, sebelas, LEBIH DARI SELUSIN TEMANNYA TURUT DATANG, DAN SEBAGIAN BESARNYA ADALAH PEREMPUAN!!!! dan semuanya berniat meminta sampel hasil penderitaan diare saya????

bener-bener cucok untuk membuka tirai panggung demi menyambut datangnya mister grin :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: *plok plok plok!!*

Ok cukup. Saia jadi inget kisah seorang temen, atau tepatnya adik kelas -karena saia orangnya lo profail, tidak sombong, dan mau bergawul dgn siapa sajah- yg cukup akrab waktu itu. Kisahnya gak jauh-jauh amat dari sakit-dokter-calon dokter.

Kisahnya berlatar belakang di sebuah kota terkenal di Jawa Barat. Ada yang menebak bandeng?? Salah!! Itu nama ikan. Yak, benar: Bandung!! Teman saia ini, sebut saja Jay (bukan nama sebenarnya -Red) terbilang siswa yang aktip di kegiatan ekskul. Salah satu ekskul yang diikuti waktu itu adalah pecinta alam (PA). Tapi rupanya si Jay ini ada maksut tersembunyi, ia ikut bukan 100% karena menCINTAi ALAM, melainkan yang 80% adalah “biar gampang ngegebet awewe, Des” kata dia. Logika Jay: Cowok yang jadi aktipis PA terlihat keren. Cewek suka cowok keren. Kesimpulan, cewek suka aktipis PA.

Ok. Tapi tentunya dia tau bahwa gak gampang untuk bener-bener jadi PA sejati, atau dalam kasus ini, masuk dan diterima menjadi anggota ekskul PA.Yang sudah bisa ditebak pembaca nan budiman adalah tingkat kesulitan (kalau tidak mau disebut keberingasan) tes pisik. Singkat cerita, si Jay ini berhasil melewati beberapa tahap ujian. Dan kini saatnya ia menempuh tahap terakhir, tahap yang paling menentukan: naik gunung untuk kemudian berkemah selama 4 hari 3 malam. *tapi moon maap, saia teh lupa di gunung mana..*

Namanya pengalaman pertama, si Jay ini sempet nervous. Sebelum berangkat ia sudah tiga kali cek&ricek barang-barang bawaan yang akan masuk ransel raksasanya. Tapi namanya manusia yang tak pernah luput dari salah dan lupa, ternyata ia lupa membawa stok CD. Dan ini baru disadari setelah sampai di spot perkemahan. Emhh, bagooss!! Namun karena tengsin, yasud dia pake tu satu CD dari dia berangkat ampe hari terakhir. Modus change side untuk hari berikutnya: sisi depan dibalik ke belakang, berikutnya lagi: sisi dalam dibalik ke luar.

*masih mau nerusin baca??? saia peringatkan bakal banyak imajinasi jorok berkembang dalam pikiran Anda*

Perkemahan selesai. Turun gunung. Kabar baik: Jay dinyatakan lulus dan diterima resmi menjadi anggota ekskul PA. Kabar buruk: tumbuh “jamur” di organ sensitip kelelakiannya.

*yak saia beri kesempatan untuk ketawa*

Ya iyalahh!! Satu CD dipake buat empat hari, side A-B-C-D. Gimana kagak jamuran tu biji??

Penderitaan Jay belum berakhir. Karena gatal akut ditambah hiasan lecet di sana-sini, serta salep kulit yang dirasa sudah tak mempan khasiatnya, akhirnya Jay memutuskan untuk memeriksakan biji-nya ke seorang dermatolog (baca: dokter sepesialis kulit dan kelamin) terdekat. Langkah yang cukup berani, mengingat ini berarti ia harus memamerkan kemalangannya ini ke orang lain (walaupun dokter). *mari kita angkat topi untuk Jay! saluuut..*

Jay (J):”Pagi, dok!”

Dokter (D):”Pagi. Emm.. ada keluhan apa dik?”

J: “Anu, dok… ‘biji’ saya..mm.. kayaknya jamuran deh dok. Gatel gitu..” *sambil menunduk dan senyum kecut*

D: “Lohh, emangnya kenapa kok bisa begitu?”

J: “Kemah. Lupa bawa ganti. Pake celana dalem gak ganti 4 hari..” *terus menunduk*

D: “Oww, ya udah. Coba kamu tidur di situ (*sambil menunjuk ke arah kasur*), celananya turunin, saya periksa.”

Dan si Jay pun menurut. Dia berjalan ke arah kasur, tiduran, dan dengan malu-malu menurunkan celana hingga nampaklah biji-nya yang bermasalah itu. Si dokter segera menghampiri, tentunya sudah mengenakan masker.

D: *memperhatikan seksama* “Wah, lumayan parah ya?” (*sambil ketawa menghibur yang sebenernya justru semakin meruntuhkan moral Jay*) “Sebentar ya dik.”

Sang dokter minta ijin keluar ruangan sebentar untuk suatu urusan. “Ooh mungkin mau cari stok obat di lab,” pikir Jay. Namun tak lama kemudian sang dokter kembali didampingi oleh seorang suster.

D: “Sus, tolong ambil fotonya untuk dokumentasi. Kasus ini yang selama ini dicari sama para mahasiswa praktek itu.”

*ohhhh nooo, bahkan biji-nya difoto!!!*

Beberapa detik kemudian terdengar suara langkah sepatu berbondong-bondong ke arah ruangan periksa tersebut. Tiga laki-laki dan dua wanita, ternyata mereka adalah para mahasiswa praktek yang dimaksud.

D: “Nah, ini kasus yang sedang kalian cari. Silakan diamati baik-baik, catat analisanya ya.”

*speechless..*

Kisahnya saia potong di sini saja. Saia tidak mampu menggambarkan perasaan malu yang dialami si Jay. Bayangkan saja sendiri…

Untuk pembaca yang budiman, usahakan selalu mengganti celana dalam, minimal sekali sehari.

–Sekian–

Advertisements