Selamat pagi dunia!!!

Baru kepikiran mengenai apa yang biasa disebut dengan gaji ke13. Yaahh, maklum saja, karena menyandang status Calon Pegawe Nan Sejahtera, bole dong saia ngayal yang iya-iya. Wahh, bakalan asik ni kalo nanti melepas kata “calon” dan menjadi pegawe beneran, efek sampingnya yaitu dapet gaji full ples tunjangan and also gaji ke-13 ituh!! Hehehe, kalo kata embah bondan: “nyak musss..!!”. Sebage inpo, saia saat ini “baru” menerima tunjangan sebagai “honor” romusha kerja sebulan (rata-rata 20 hari kerja). Gajinya nanti aja bos, dirapel (khas pegawe negri banged).

Nah, setelah tung-itung-itung, saia menemukan hal yang menarik:

Misal, gaji satu bulan seseorang adalah tiga juta rupiah.

Berarti gaji satu tahun = 12 x 3.000.000 = 36.000.000, dong???

Eits, tunggu dulu!!

Kita hitung dulu gaji per minggu:

Gaji satu minggu adalah= 3.000.000/4 = 750.000 (asumsi 1 bulan = 4 minggu).

Jadi, gaji satu tahun = 52 x 750.000 = 39.000.000 ( 1 tahun = 52 minggu kan?).

Hohoho..!!!

Lihatlah baik-baik sodara-sodara! Bagaimana mungkin perhitungan gaji satu tahun di atas menemukan hasil yang berbeda dengan tehnik yang berbeda pula. Mau berkilah “banyak jalan menuju Roma”?? Leng-geleng-geleng..

Bisa dihitung sendiri kan, bahwa 39 juta – 36 juta = 3 juta (which is sebesar gaji sebulan).

Jadi..????

Ya sodara-sodara. Terimalah kenyataan pahit ini, yang namanya gaji ke-13 itu sebenarnya memang sudah termasuk gaji setahun kita. Ini cuma akal-akalan pemberi kerja biar pegawenya seneng, seakan-akan nrima bonus dari atasan.

Ti.. ti.. tidak mungkin!! Ini bohong! Tolong bilang kalau kamu lagi bohong sama aku..! (*udah khas sinetron blom??*)
Advertisements